You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sekda Pimpin Penanaman Pohon Petai dan Jengkol di Agro Edukasi Wisata Ragunan
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Sekda Pimpin Penanaman Pohon Petai dan Jengkol di Agro Edukasi Wisata Ragunan

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali memimpin penanaman 30 pohon petai dan 20 pohon jengkol di Agro Edukasi Wisata Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (2/10).

Mudah-mudahan tumbuh dengan baik

Marullah mengaku antusias menanam pohon petai dan jengkol karena pohon-pohon tersebut sudah jarang ditemukan di Jakarta. Untuk itu, Marullah mengajak warga, khususnya komunitas tani di Jakarta supaya menanam pohon petai dan jengkol sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta.

"Mudah-mudahan yang ditanam tumbuh dengan baik. Kegiatan penanaman pohon petai dan jengkol yang dicanangkan pada hari ini untuk seterusnya akan disebar di wilayah Jakarta Selatan dalam rangka memberdayakan pekarangan rumah serta sekaligus sebagai upaya penghijauan," ujarnya.

Enam Ton Gabah Dipanen di Sawah Abadi Ujung Menteng

Ia berharap, akan banyak kegiatan penanaman pohon lainnya berkolaborasi dengan stakeholder sebagai upaya pelestarian lingkungan agar lebih asri dan sejuk melalui peningkatan peran serta masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

"Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) bisa mengembangkan ini dengan baik, saya mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh teman-teman di bawah binaan KPKP. Mudah-mudahan semangat warga untuk menanam tanaman sayur dan buah-buahan bisa dikembangkan dengan baik," ucapnya.

Ia menambahkan, Agro Edukasi Wisata Ragunan ini menjadi tempat berkumpulnya produsen dan konsumen. Hal ini mengedukasi warga di Jakarta, bahwa kata orang di Jakarta tidak bisa menanam apa-apa, buktinya semua di sini apa saja ada.

"Saya kira kalau kita semua kreatif di lahan yang tidak besar pun bisa dimanfaatkan untuk pertanian," bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati menuturkan, Agro Edukasi Wisata Ragunan yang berdiri di atas lahan seluas 2,2 Hektar merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengembangkan kawasan pertanian dan juga sebagai destinasi wisata.

"Jika berkunjung ke sini dengan keluarga, bisa menemukan berbagai kebun, kolam ikan dan peternakan mini. Tempat ini menjadi kebanggaan bagi warga Ibukota, khususnya Jakarta Selatan yang ingin belajar pertanian perkotaan atau urban farming," terangnya.

Saat ini, lanjut Eli, pembangunan pertanian di Jakarta tidak berbasis lahan, tetapi berbasis ruang. Dinas KPKP selalu siap memberikan pendampingan kepada pelaku pertanian perkotaan di Jakarta.

"Silakan hubungi kantor kecamatan setempat ada petugas kita dan ada juga pendamping Jakpreneur untuk dijadwalkan. Lima orang pun akan kita lakukan pendampingan. Kalau kesulitan bibitnya kami sudah melakukan kolaborasi dengan produsen bibit di dalam dan luar Jakarta. Jangan pernah ada kata tidak bisa untuk melakukan pertanian di DKI Jakarta," tandasnya.

Untuk diketahui, bersamaan dengan kegiatan penanaman pohon ini juga dilaksanakan panen alpukat cipedak dan labu madu. Adapun hasil panen alpukat cipedak seberat 20 kilogram dan labu madu mencapai 15 kilogram.

Alpukat cipedak adalah tanaman khas Jakarta dengan kualitas daging buah yang baik. Kemudian, labu madu memiliki manfaat untuk kesehatan dan cocok dikonsumsi untuk mereka yang menghendaki diet sehat.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1352 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1205 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye994 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye964 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye787 personFakhrizal Fakhri
close